Nasionalisme dan bencana nasional kita

Nasionalisme adalah suatu sikap dasar terhadap kecintaan negara atau nation yang merupakan kewajiban mendasar dari seorang warga negara. melalui semangat nasionalisme itu sifat atau watak dasar kita sebagai warga negara dibuktikan. Sifat nasionalisme itu semakin hari semakin pudar, orang indonesia mulai sudah kehilangan rasa memiliki sense of belonging terhadap negara ini. salah satu sifat dasar pembentuk nasionalisme adalah kedisiplinan dan cinta budaya sendiri. apakah bangsa ini sudah terlalu kuno sehingga generasii muda pada khususnya sudah meninggalkan nilai-nilai luhur bangsa kita. bencana yang akhir-akhir ini merupakan peringatan kepada seluruh komponen ini untuk semakin “menunduk” atau merefleksi diri. salah satu faktor terjadinya bencana adalah karena kita tidak memiliki rasa disiplin. disiplin dalam berkendaraan, disiplin belajar, disiplin membuang sampah, disiplin antri, dan sebagainya. contoh riil adalah disiplin dalam membuang sampah dan peduli lingkungan, dengan peduli lingkungan dan disiplin membuang sampah maka daerah sekitar kita akan bersih dan sehat, contoh lain adalah disiplin dalam berkendaraan, tertib aturan, mematuhi rambu-rambu dan memakai alat pengaman selama berkendaraan. namun sementara ini karena kita kurang peduli dengan lingkungan sekarang bencana banjir dimana-mana, longsor dan kerusakan hutan yang cukup parah, bahkan Indonesia masuk dalam Gueness book of record sebagai negara dengan tingkat kerusakan hutan terparah. angka kecelakaan negara kita sangat tinggi dikarenakan kurang tertib dalam berkendaraan. semoga dikemudian hari kita bisa lebih arif dalam dalam bertindak. dengan kedisiplinan kita dapat membuat bangsa ini lebih berkualitas tentunya kadar nasionalisme saat ini dan semoga indonesia tercinta ini menjadi negara yang besar. “Tanyalah rumput yang bergoyang”, bung Ebit pernah menyentil dalam lagunya, yang bermakna kita harus lebih membumi agar rumput bisa lebih hijau, dan kita harus lebih mendekatkan dengan yang kuasa, seperti rumput yang bergoyang mengibaratkan orang yang selalu berdzikir (menggoyangkan kepala) tanda ingat kepada -Nya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: