Guru adalah panutan

seorang guru adalah merupakan seorang sosok panutan bagi masyarakat, bukan saja bagi murid-muridnya, namun juga bagi rekan seprofesi, lingkungan maupun bagi bangsa ini. seorang guru adalah contoh dan suri tauladan yang baik yang merupakan pengambaran kehidupan sosial kemasyarakatan. masyarakat akan dipandang beradab bisa dilihat dari sosok guru sebagai pendidik masyarakat. namun akhir-akhir ini banyak sekali kelakuan oknum guru yang dirasa menyimpang dari kodrat atau khitoh seorang guru. ada berita mengenai kekerasan guru terhadap muridnya entah kekerasan fisik maupun kekerasan secara psikis, pelecehan guru terhadap anak didiknya, bahkan kasus akhir tahun lalu tentang seorang guru smp yang notabene sebagai pengayom malah membunuh anak didiknya. bahkan ada kasus guru menjadi makelar siswi smanya didunia prostitusi di kota medan. ini merupakan kasus yang memprihatinkan bila kita cermati. mungkin saja banyak kasus terjadi terdapat faktor “X” dibalik kejadian tersebut, entah himpitan ekonomi ditengah kesulitan hidup, karena dendam yang terpendam karena kejiwaan labil seorang guru, atau motif yang lainnya. ini merupakan cermin benggala bagi dunia pendidikan Indonesia saat ini. pemerintah harus menyikapi kasus seperti ini dengan sepenuh hati, demi kelangsungan pendidikan nasional. memang sudah terdapat UU guru dan dosen yang mengatur tentang kedudukan dan fungsi guru, namun masih ditunggu peraturan teknis dibawahnya. hidup guru Indonesia

Iklan

20 Hari Meninggalnya Sang Jenderal Besar

images2.jpg images5.jpg images3.jpg images1.jpg

20 hari berlalu setelah kepergian sang Jenderal Besar Haji Muhammad Soeharto tidak terasa kita lalui bersama. kepergian beliau masih dapat kita rasakan bersama, walau dengan kenaikan harga bahan pokok, kenaikan BBM yang semakin tidak realistis, korupsi berjamaah, kasus HAM, kekerasan masyarakat (violence society), bencana alam, dan banyaknya kasus yang semenjak pemerintahan beliau tidak pernah ada sekarang bagaikan luapan air Bengawan Solo yang meluber kemana-mana. kami masih berkabung walau sudah lewat 7 hari kepergian engkau, berkabung karena tidak adanya kepastian hukum di negeri ini, kepastian kebudayaan yang kami rasakan semakin kapitalis dan konsumtif, berkabung karena dana BLBI puluhan trilyun rupiah entah kemana, berkabung karena kasus korupsimu yang tidak tahu dimana rimbanya, berkabung karena keterpurukan ekonomi negeri ini, berkabung karena banyaknya TKI/TKW yang meninggal sebagai pahlawan devisa dan masih banyak rasa berkabung kami yang tak mungkin kami ungapkan. namun demikian kami masih merasa bangga kepadamu, jasamu sangat besar pada kami sehingga kami menjadi generasi yang kritis, berjiwa pemberontak, berjiwa anti penindasan, anti militerisme, menjadikan kami pahlawan reformasi. tanpamu mungkin kami bukan apa-apa. trima kasih pak Harto, selamat jalan….

Memaknai Valentine day

memaknai valentine day

valentine day adalah sebuah perayaan yang dilaksanakan setiap tanggal 14 februari yang diperingati untuk merayakan hari kasih sayang (bagi yang merayakan). tanggal tersebut adalah tanggal ketika santo valentino menulis surat ungkapan kasih sayang kepada teman-temannya ketika ia berada di penjara. perayaan hari tersebut sebenarnya merupakan perayaan bagi umat nasrani terutama katolik, namun pada kenyataannya di Indonesia sudah diadaptasi sebagai peringatan wajib bagi para remaja muda yang tengah kasmaran. dimana perayaan pemberian coklat, bunga, surat cinta, kado dan warna pink yang seolah menjadi kewajiban dikenakan pada hari tersebut. fenomena ini sebenarnya membuat generasi muda kita menjadi harus merayakan momen ini, karena gengsi atau takut dikatakan sebagai kuper, atau anak jadul, atau kurang gaul. pemaknaan yang seperti ini membuat remaja tersebut malu dan mengakibatkan budaya tersebut menjadi menjadi suatu keharusan dan wajib. kadang perayaan-perayaan valentine diselenggarakan secara berlebihan, budaya ciuman bebas, pelukan dimuka umum, pergaulan bebas, pesta baesama dan mungkin cenderung free sex. gejala ini sangat mengkhawatirkan kita sebagai “orang timur” yang menjunjung adat kesopanan. saya merasa prihatin akan hal itu, mungkin sudah berapa ribu keperawanan yang diobral ketika malam perayaan valentine di negara Amerika sana. namun di Indonesia saya berharap marilah kita generasi muda memaknai secara arif dan bijak inti dari perayaan itu. banyak mudlarat dan mubadzirnya perayaan itu, alangkah baiknya kita laksanakan hal yang poisitif, seperti mempersiapkan ujian nasional, dan banyak kegiatan positif lainnya. masa depan kita masih panjang jangan hanya karena satu hari nanti kita tanggung 9 bulan 10 hari dan akan menyesal seumur hidup. marilah kita berfikir secara bijak.