May day, Hari buruh sedunia (tanggal 1 mei)

Tanggal 1 Mei kemarin serikat buruh seluruh dunia memperingatinya sebagai hari buruh sedunia, baik di negara sosialis, kapitalis maupun komunis. Hari buruh merupakan momen yang dapat mengundang perhatian pemerintah karena hari itu para buruh biasanya akan mengadakan mogok nasional untuk memperjuangkan hak-hak kaum buruh yang saat ini belum terpikirkan. di Purwokerto gelaran demo hari buruh diwarnai aksi penangkapan 12 pengunjuk rasa, di Bandung juga, demikian pula di Makasar. walaupun demikian PT KAI memperingati hari buruh tersebut secara damai dengan menggelar aksi bhakti sosial masyarakat.

Buruh kalau dalam bahasa Jawanya diothak athik gathuk (di hubung-hubungkan) adalah “awake lebur juragane ra weruh(badanya hancur / lebur majikannya nggak melihat) yang saat ini merupakan kaum terpinggirkan dan hanya dilihat sebagai aset perusahaan bukan dilihat sebagai manusia. ini merupakan sebuah peghargaan yang tidak sesuai dengan pengabdian dan pengorbanan buruh tentunya. kadang seorang buruh/pekerja menghabiskan 1/3 waktunya hidupnya (bahkan lebih apabila ada lembur) untuk perusahaan, bekerja mulai pukul 07.30 sampai dengan pukul 16.30 setiap harinya (antara 8 – 10 jam sehari mereka bekerja, 8 jam untuk istirahat/tidur serta sisa waktu yang lain dihabiskan untuk waktu pribadinya). UMK (upah minimum kabupaten) yang selama ini dianggp sebagai standarisasi penghargaan kelayakan buruh ternyata tidak sebanding dengan percepatan harga kebutuhan pokok hidup yang ibarat sebuah roket yang terus melesat naik dan tak terkejar. dengan UMK yang apabila dirumuskan oleh kebijakan pemerintah setelah dihitung dengan kemampuan pengusaha dan harga-harga pokok di kabupaten ternyata adalah hitungan minimal layak untuk hidup, bukan merupakan hitungan hidup untuk layak. perhitungan dengan standar keluarga makan menggunakan lauk pauk seadanya dan ini sangat tidak sesuai dengan pola hidup sehat. kedua adalah adanya tenaga kontrak outsourcing (tenaga kontrak) yang apabila hal ini dibiarkan terus menerus, maka posisi tawa buruh semakin rendah. karyawan dikontrak selama 2 tahun dan akan diperpanjang terus menerus selama perusahaan tersebut membutuhkan tanpa mengindahkan hak-hak buruh seperti hak mendapatkan tunjangan kesehatan, tunjangan hari tua/pensiu, dan lain sebagainya. Penanam modal dijanjikan dengan pekerja yang murah dan dapat dikontrak.

Pemerintah sekarang ini seperti tutup mata terhadap kenyataan sekarang ini, mereka seakan-akan tidak perduli dengan nasib buruh. mereka hanya memikirkan perekonomian makro saja tanpa melihat kondisi riil di grass root, bagaimana sulitnya hidup dan bertahan hidup. semoga hari buruh menjadi momen perubahan kesejahteraan buruh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: