Kini Utang RI Rp1.420 Triliun

JAKARTA – Posisi utang negara yang dikelola oleh Departemen Keuangan saat ini berada di posisi Rp1.420 triliun.
Menurut Dirjen Pengelolaan Utang Negara Departemen Keuangan Rahmat Waluyanto, utang tersebut terbagi menjadi dua, yakni sekira Rp820 triliun untuk utang surat berharga dan sisanya Rp600 triliun disokong oleh pinjaman luar negeri.
“Pinjaman itu baik dari bank komersial luar negeri atau pinjaman multilateral,” ujarnya, kepada wartawan di Pacific Place, kawasan SCBD, Jakarta, Jumat (29/2/22008).
Sementara itu, jika dilihat dari sisi APBN 2008, pembiayaan sumber utang negara dari surat utang berharga dipatok Rp91,6 triliun.
Dari jumlah yang ditetapkan tersebut, saat ini penerbitan surat utang telah mencapai sekira Rp13 triliun, dan utang dalam dolar senilai Rp2 miliar atau setara dengan Rp18 triliun.
“Jadi total penerbitan surat utang negara totalnya baru Rp31,1 triliun atau 33,9 persen,” ujarnya.

Indonesia Tak Bisa Reschedule Utang

JAKARTA – Pemerintah memastikan tidak akan melakukan penjadwalan ulang (reschedule) atas pembayaran utang luar negeri. Meski perekonomian dunia, termasuk Indonesia, diproyeksi akan melambat.
Sekretaris Menteri Negara PPN/Kepala Bappenas Syahrial Loetan mengatakan, penjadwalan ulang pembayaran utang tidak bisa dilakukan. Hal itu disebabkan saat ini Indonesia termasuk kelompok negara yang berpenghasilan menengah.
“Income per kapita Indonesia sudah mencapai USD2.000. Memang belum tinggi banget, tapi itu sudah termasuk menengah,” katanya.
Selain itu, rating Indonesia terkait pembayaran utang di berbagai lembaga internasional sudah baik. Sehingga, jika pembayaran ulang ini dilakukan akan menurunkan rating Indonesia.
Akibatnya, berdampak buruk terhadap iklim bisnis di Indonesia yang menurunkan tingkat kepercayaan investor.
“Menurut saya untuk jadwal ulang pembayaran utang luar negeri sepertinya bukan policy yang begitu baik,” tukasnya

Total Utang RI ke World Bank Rp243,7 T
JAKARTA – Sejak zaman Soekarno menjadi presiden pertama Indonesia hingga sudah berganti enam kali presiden, lembaga donor internasional World Bank selalu “setia” menggerojoki utang. Mau tau totalnya?
World Bank atau Bank Dunia telah aktif di Indonesia sejak 1967. Saat itu, Indonesia membutuhkan uang yang cukup banyak untuk mendanai pembangunan. Sementara Negeri Zamrud Khatulistiwa ini masih belum mampu mendanai program-program infrastruktur.
“Sejak saat itu hingga saat ini, Bank Dunia telah membiayai lebih dari 280 proyek dan program pembangunan senilai USD26,2 miliar di semua sektor perekonomian,” ujar Managing Director The World Bank Group Ngozi Okonj, pada diskusi mengenai masalah kemiskinan, pemerintahan, dan ekonomi, di Hotel Mulia, Senayan Jakarta, Rabu (30/1/2008).
Jika dikonversikan maka jumlah tersebut setara dengan Rp243,725 triliun (Rp9.302 per USD).
Pinjaman tersebut, ujarnya, telah digunakan pemerintah Indonesia untuk mendukung pengembangan energi, industri, dan pertanian. Sementara yang sektor yang paling mendominasi selama 20 tahun pertama yakni infrastruktur yang pemberiannya kepada masyarakat miskin.
Sedangkan pemberian pinjaman aktif Bank Dunia terdiri dari 28 proyek senilai USD2,9 miliar atau setara dengan Rp26,977 triliun, dengan sisa dana yang belum dicairkan USD1,7 miliar atau setara dengan Rp15,814 triliun.

dari okezone

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: