Adakah yang sadar akan hal ini …?

Dengan semakin mengemukanya isu tentang kenaikan BBM yang menurut perhitungan pemerintah tidak lebih dari 30% (dan kemungkinan premium dari harga Rp. 4.500 akan menjadi Rp. 6.000) maka akan semakin masyarakat kecil akan perlu menghematan dan merencanakan keuangannya. Kembali lagi rakyat kecil yang akan terkena langsung dampak kenaikan BBM, mulai dari kenaikan bahan pokok, kenaikan sarana transportasi umum dan berbagai kemungkinan kenaikan harga – harga yang lain. dengan adanya penghematan yang selalu di kampanyekan presiden tentu harus dicontohan oleh para pejabat di negeri ini. namun semoga kualitas hidup rakyat tidak akan menurun dalam hal pemenuhan gizi.

kenaikan BBM menurut saya memang perlu untuk menjaga stabilitas APBN bangsa kita dan dapat saya terima, namun bagi sebagian warga masyarakat hal ini akan memberatkan keuangan mereka dengan efek kenaikan harga kebutuhan yang lain. kenaikan harga BBM seharusnya dapat diantisipasi pemerintah dengan sesegera mungkin menstabilkan harga kebutuhan pokok dan meminimalisir spekulan pemain harga. selama ini subsidi BBM yang sampai puluhan trilyun rupiah itu memang selalu dinikmati rakyat kecil, namun hal itu tidak berbekas karena hanya menjadi asap saja dan tidak menyentuh sektor riil, seharusnya kesejahteran rakyat, penanggulangan kemiskian dan pengadaan lapangan kerja baru dapat diambil dari pos subsidi BBM tadi. program Bantuan Langsung Tunai (BLT) memang membantu masyarakat kecil, namun hal itu hanya pembodohan saja, karena ibaratnya masyarakat hanya diberi ikan saja tanpa tahu bagaimana cara mengail ikan, seharusnya mereka diberi kail agar terbiasa mandiri. kail yang dimaksud adalah pemberdayaan masyarakat, seperti pengadaan lapangan kerja, pembangunan bidang pendidikan, pelayanan sosial, kesehatan dan lain-lain.

Pemborosan BBM sebenarnya adalah dari kendaraan bermotor, dan kalau boleh saya utarakan bahwa kendaraan roda dualah yang mengkonsumsi BBM paling banyak. sebagai contoh, di desa saya misalkan ada 100 kendaraan roda 2, satu kecamatan ada 20 desa berarti ada 2.000 kendaraan dalam satu kecamatan. kabupaten saya terdapat 18 kecamatan, berarti ada 36.000 kendaraan di kabupaten saya, kalau misalnya di propinsi saya ada 35 kabupaten, maka propinsi saya memiliki 1.260.000 kendaraan roda dua dan misalkan satu kendaraan roda dua membeli bensin secara bersamaan, maka akan terkumpul uang Rp. 5.670.000.000 untuk membeli premium dan akan membakar 1.260.000 liter bahan bakar premium. dan misalkan saja saya akan mengetahui ada berapa sih jumlah kendaraan roda dua yang ada di Indonesia, maka apabila ada 35 propinsi di indonesia dan kalau dirata2 satu propinsi punya 800.000 maka jumlah kendaraan roda dua di Indonesia ada 28.000.000. ini merupakan angka yang sangat fantastis (dan seolah-olah kita dijajah oleh produk Jepang). menurut saya memang kendaraan roda dua murah dan praktis, namun sebenarnya tingkat keamannya sangat rendah, dan kadang pengguna kendaraan sering melanggar rambu-rambu.

Jakarta sebagai pusat barometer Indonesia apabila macet dan apabila kita hitung apabila macet dan apabila kita hitung dari 1 lampu merah di jalan saja jakarta sudah membuat kemacetan lebih dari 50 mobil lebih..(itu gambaran kasar, pasti jauh lebih banyak) kasarnya saja,1 mobil saja bisa menghabiskan bahan bakar bisa 1 liter hanya utk terjebak dalam kemacetan dalam 1 hari.. pikir kecilnya saja, jakarta kita anggap hanya ada 100.000 kendaraan bermotor (mobil dan motor)

100.000 x 1 liter = 100.000 liter
100.000 liter x Rp 4500 = Rp 450.000.000
Rp 450.000.000 x 365 hari = Rp 164.250.000.000
itu hanya 100.000 kendaraan dan saya pikir pasti lebih dari itu.
itu hanya di jakarta, coba anda bayangkan seluruh indonesia ada brp juta kendaraan..
belum lagi ditambah akan ada peraturan pemerintah yang akan menaikan harga BBM..!!!
APAKAH KITA HANYA BISA MELIHAT DAN MEMBIARKAN ITU BEGITU SAJA???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: