Tauladan Nabi Muhammad SAW

Pertentangan FPI dan AKKBB yang terjadi kemudian berubah menjadi FPI dan muslim yang lain, tentang habib rizieq dan gus dur, dan kemudian semua melebar kemana – mana. ada yang menjunjung habib sebagai pembela islam, sampai mereka menghubung – hubungkan gus dur dengan yahudi.

Saya bukan muslim yang baik, saya akui itu ,. tapi melihat semua ini saya jadi ingin bercerita ,. cerita yang saya dengar dari kyai saya dulu ,. cerita yang sampai sekarang masih membekas ,. oke begini ceritanya

Setelah nabi Muhammad meninggal, sahabat Abu bakar senantiasa ingin meniru setiap amal perbuatan Nabi Muhammad, sampai suatu ketika dia bertanya pada Aisyah.

“amalan Rasul apa lagi yang belum aku kerjakan?”
Aisyah menjawab ” uuhhmm , setiap pagi ,. menjelang wafatnya beliau, pada saat beliau masih sehat, setiap pagi dia menyuapi orang buta yang duduk di penghujung jalan itu”
“bukankah pria buta itu adalah seorang yahudi ? lagipula dia selalu mencerca dan memaki nabi Muhammad” kata Abu Bakar

“iya, memang, dia selalu mencaci dan memperolok nabi, tapi setiap pagi Nabi selalu memberinya sarapan, dan Nabi tidak pernah memberitahukan siapa dirinya sebenranya, karena jika yahudi itu tahu, niscaya dia tidak akan mau menerima bantuan Nabi” kata Aisyah

Namun, karena keinginannya untuk meniru amalan rasul sangat tinggi, Abu Bakar mendatangi pria buta itu sambil membawa sepiring bubur gandum.
Ketika Abu Bakar datang, Pria buta itu langsung tersenyum, dia mencium aroma bubur gandum itu, dan artinya dia akan segera mendapatkan makan.

Setelah duduk di depan pria yahudi itu, Abu Bakar segera menyuapkan bubur gandum tersebut. Dan seperti biasanya, pria itu tidak berhenti untuk mencela dan menggunjing nabi Muhammad.

Karena jengkel, Abu Bakar segera menyuapkan sendok bubur berikutnya. Seketika itulah pria yahudi tadi menampik sendok bubur. “Siapa kau ?! ”

kau bukanlah orang yang biasa menyuapkan nasi kepadaku !” kata pria yahudi itu

“Pria itu selalu lembut setiap menyuapiku, tidak pernah dia memberikan suapan berikutnya ketika aku masih belum menelan !” kata pria yahudi itu
Dengan mata menahan air mata haru, mengetahui betapa lembut sikap Rasul, bahkan pada orang yang membencinya, Abu Bakar menceritakan bahwa dia bukanlah orang yang biasa menyuapinya.

“Orang yang selalu memberimu makan pagi adalah Muhammad, orang selalu engkau caci dan cela setiap hari, bahkan ketika engkau sedang disuapinya” ujar Abu Bakar.

Mendengar semua itu, dan menyadari bahwa Nabi Muhammad telah wafat, dan dia tidak sempat meminta maaf, yahudi itupun menangis dan menyesal sedalam – dalamnya,. dan dengan hidayah dari Allah, pria yahudi inipun luluh hatinya, saat itu juga dia berucap Dua kalimat Shahadat.

thanks to sampahagung

Iklan

2 Tanggapan

  1. halo pak…
    postingna baguz banged…
    BTW gmn kulna, lancar to?
    Please link balik ya pak.. ben akeh koncone, heheh thanks berat dah…

  2. posting sangat bagat bagus tapi hanya kurang banyak,terimakasih wasalam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: