Hati-hati bila menyebarkan berita jelek di Blog

Seseorang dengan inisial IW dikabarkan telah digelandang ke Polda Metro Jaya atas kasus pencemaran nama baik. Parahnya, ia mencemarkan nama baik lewat bantuan blog.

Dilansir melalui blog pribadi Ndorokakung, Selasa (23/12/2008), polisi telah meringkus seorang lelaki yang diduga kuat mantan karyawan stasiun televisi itu di sebuah warnet di kota kecil, Jawa Timur pada tanggal 13 Desember kemarin.

Pelaku, yang ternyata mantan karyawan TransTV, harus menghadapi dua jeratan hukum, pencemaran nama baik dan pemalsuan identitas. Tuduhan ini harus diterimanya karena selain melakukan pencemaran nama baik lewat bantuan blog, ia pun mengirimkan email mengenai kebobrokan stasiun televisi tempat ia pernah bekerja tersebut melalui beberapa milis dengan menggunakan akun email orang lain.

Dari hasil penelusuran okezone, Selasa (14/12/2008), blog tersebut memang penuh dengan caci maki dan hinaan terhadap mantan perusahaannya, apa lagi jika bukan TransTV. Kabarnya, ia mampu menuliskan semua kebobrokan tersebut karena dirinya memiliki kedekatan dengan beberapa orang kepercayaan TransTV. Bahkan menurut salah satu sumber di perusahaan yang berganti nama menjadi Transcorp tersebut, IW memang dipecat sekitar tahun 2005 lalu. Dia dituding telah melakukan penggelapan sejumlah uang, yang membuat perusahaan merugi.

Hingga saat ini belum ada yang bisa dimintai keterangan. Namun, dipanggilnya Enda Nasution oleh pihak Cybercrime Polda Metro Jaya sebagai saksi ahli, merupakan bukti kuat adanya aksi penangkapan tersebut. (okezone)

Penyidik Cybercrime Mabes Polri AKBP Faisal Thayib, menyatakan seorang Blogger yang dianggap menghina orang atau institusi lain dapat terancam pasal 335 dan 310 KUHP, bahkan dapat ditambah dijerat dengan undang-undang informasi dan transaksi elektronik (UU ITE).

“Setiap wilayah kepolisian punya otoritas sendiri, saya belum mengetahui adanya penangkapan seorang blogger yang dianggap menghina TransTV, menghina maka bisa dijerat dengan pasal 310 dan pasal 335,” ujar Faisal, saat dihubungi okezone, Selasa (23/12/2008).

Pasal 335 KUHP merupakan pasal terkait perbuatan tidak menyenangkan. Sedangkan pasal 310 KUHP terkait dengan pasal pencemaran nama baik. Kedua pasal tersebut kemungkinan akan menghasilkan jeratan hukum kepada pelakunya berupa penjara selama 5 hingga enam tahun.

Sedangkan pada UU ITE, pasal 27 mengenai pencemaran nama baik melalui media elektronik maka pelaku dapat terkena hukuman penjara selama enam tahun dan denda maksimal satu miliar rupiah.

Konten Blogger yang beralamat di http://transtvnews.blogspot.com/ dinilai telah mencemarkan nama baik TransTV. Selain itu, tindakan blogger tersebut juga bisa dikategorikan sebagai perbuatan yang tidak menyenangkan

Wah parah juga ya, dendam pribadi karena telah dipecat tapi kemudian menumpahkannya di Blog. Kebebasan berekspresi juga musti melihat dan menyadari tetap ada hukum yang berlaku dan harus dipatuhi.

Motif Pecas Ndahe

By Ndoro Kakung

Posting saya tentang blog uneg-uneg yang diduga kuat milik seorang karyawan stasiun televisi korban pemecatan ternyata berlanjut dengan sangat menarik.

pemiliknya sudah ditangkap, tapi bisa update

Kenapa menarik? Mari kita runut kronologinya. Karyawan TV itu ditangkap pada Sabtu, 12 Desember 2008, lalu dimasukkan ke sel polisi Jakarta.

Di sel, ia tak mendapatkan akses Internet, baik lewat HP, laptop, maupun perangkat lainnya. Itu sebabnya, blog yang memicu heboh itu, tak diperbarui lagi sejak tanggal penangkapannya. Seorang kawan memberi tambahan info penting, “Dia sudah mengaku sebagai pemilik dan pengelola blog itu, dan tampaknya dia bekerja sendirian.”

Tapi anehnya, blog itu tiba-tiba memiliki posting baru.

Posting itu terbit pada Sabtu, 20 Desember 2008, atau satu hari setelah saya mengulasnya di blog ini. Isinya singkat saja:

Sampai detik ini belum ada konten baru untuk di posting dari tokoh kita.
Banyak konten yang masuk tapi tidak relevan dengan perjuangan tokoh kita.
Cerita disini bukan semata mencemarkan nama baik tetapi adalah sebuah bentuk perjuangan dalam mencari keadilan.
Tunggu kabar selanjutnya.

Salam,
Blog master

“Pejuang harus kalah walau di bui,keadilan itu pasti datang”(Igor Wolf Gang).

Penulis posting itu menggunakan kata “kita” untuk menggambarkan seolah-olah orang lainlah yang menulisnya. Ia juga menyebut-nyebut tentang “pencemaran nama baik”, seolah-olah menjawab posting saya sebelumnya.

Saya tahu penulisnya tentu bukan mereka yang membicarakan posting ini sambil menyantap dimsum di Kemang. Pasti juga bukan mereka yang membicarakannya lewat jalur milis Ring-1 atau Ring-2, hahahaha …

Saya jadi penasaran dan bertanya-tanya. Siapakah yang memperbarui blog itu? Apakah dia memiliki sekondan di luar sana? Mengapa pula sang sekondan — jika ada — itu harus membuat posting baru? Apakah sang sekondan — siapa pun dia — ingin menunjukkan pada dunia bahwa si pemilik asli blog itu masih bebas berkeliaran? Ataukah sebetulnya ada pihak ketiga? Jika ya, apa motifnya?

“Yang tampak sebetulnya tak selalu seperti yang terlihat, Mas. Sampean mungkin melihat, tapi tak memperhatikan. Sampean mendengar, tapi tak menyimak. Belajarlah menunda arti. Endapkan. Renungkan,” kata Paklik Isnogud yang saya ajak berdiskusi mengenai kasus ini.

“Kalau menurut analisis sampean, apakah kasus ini sebetulnya puncak dari gunung es, Paklik?” saya bertanya.

Paklik Isnogud lagi-lagi cuma mesam-mesem dan berlalu meninggalkan saya. Saya ndak terima ditinggalkan dua kali seperti ini. Saya tarik tangannya. “Sik, sik, sebentar Paklik. Sampean jangan pergi, jawab dulu pertanyaan saya.”

Paklik Isnogud mengibaskan tangan dan menghindar, lalu tertawa ngakak. “Motif, Mas. Motif. Carilah siapa yang paling diuntungkan dari kasus ini,” katanya sambil terus melangkah.

Wah, sontoloyo tenan …

>> Selamat hari Ahad, Ki Sanak. Apakah sampean menyukai kisah detektif yang penuh teka-teki?

Borok Pecas Ndahe

By Ndoro Kakung

Sebuah stasiun televisi ternama memecat seorang karyawannya karena suatu alasan. Sang karyawan ndak terima. Ia merasa diperlakukan dengan sewenang-wenang.

blog transtv news

ini dia blog milik kita bersama

Sesaat kemudian, muncul sebuah blog yang isinya membongkar borok-borok stasiun televisi itu di layanan blog hosting gratis Blogspot. Saya tak tahu siapa pemilik blog itu.

Lantas beberapa waktu lalu, muncul kabar bahwa sang karyawan itu diduga memakai dua akun email orang lain untuk mengirim email ke delapan penjuru milis. Nada isi email itu, mirip dengan blog itu, kurang lebih kekecewaannya terhadap bekas kantornya, pembongkaran praktek-praktek gelap, dan sebagainya. Kasus penyalahgunaan akun email ini sempat bikin geger di beberapa milis.

Sabtu pekan lalu, 13 Desember 2008, polisi meringkus seorang lelaki yang diduga kuat mantan karyawan stasiun televisi itu di sebuah warnet di kota kecil, Jawa Timur. Polisi lalu menggelandangnya ke sel di Jakarta.

Sang karyawan itu kini menghadapi setidaknya dua tuduhan, pencemaran nama baik dan pemalsuan identitas. Tapi, terus terang saya tak tahu lebih rinci mengenai kasus yang membuat karyawan itu terjerat cyber law.

Tapi, seorang kawan membisikkan saya tentang sebuah info mengejutkan. “Orang itu menyimpan barang panas. Ia seorang ahli. Dia tahu betul bagaimana praktek gelap stasiun-stasiun televisi nasional yang bersengkongkol dengan stasiun televisi daerah.”

“Bagaimana caranya?” saya bertanya.

“Stasiun-stasiun mengakali aturan dengan modus tertentu yang canggih. Ini tentang transmisi dan distribusi siaran, Mas. Kita bicara soal duit meteran, Mas. Karena itu, kasus ini mungkin tak akan ke mana-mana. Kalau terlalu ngotot meminta orang itu dipenjara, para taipan pemilik tv bisa-bisa malah tepercik air didulang.”

Halah. Saya berdecak dan membatin, “Seorang whistle blower…”

Bagaimana kita melihat kasus ini? Apa yang bisa kita jadikan sebagai pelajaran?

“Kejahatan bisa muncul dari tempat-tempat yang tak pernah kita duga, Mas,” kata Paklik Isnogud yang saya ajak diskusi perihal kasus ini. “Yang gelap mungkin justru datang dari tempat yang terang.”

“Maksud Paklik?” saya bertanya.

Paklik tak menjawab. Ia malah ngeloyor meninggalkan saya dalam bengong. Semprul!

saya kutip dari : Ndorokakung.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: