Fakta mengenai milyuner

1. Pada tahun 2005, ada lebih dari 9 juta milyuner di Amerika Serikat, meningkat 62% sejak tahun 2002

2. Donald Trump dibayar sebesar 1,5 juta dolar PER jam untuk berbicara pada seminar Learning Annex

3. Dengan posisi sebagai ‘pegawai biasa’, maka kita akan butuh waktu 7000 tahun untuk memperoleh bonus tahunan yang sama seperti yang diperoleh oleh Larry Ellison ( CEO Oracle )

4. Larry Ellison pernah tampil di cover majalah Vanity Fair dengan memamerkan $300-nya dan kapal pesiar sepanjang 454 kaki miliknya

5. 5 dari 10 orang terkaya orang Amerika dalah ahli waris dari Wal-Mart

6. Tiger Wood berpenghasilan 87 juta dolar pada tahun 2005, 12 juta dolar-nya berasal ‘hanya’ dari bonus menghadiri suatu acara / event

7. Keuntungan bersih dari Exxon mencapai 36 milyar dolar, which is lebih besar dari 2/3 GDP ( Gross Domestic Product ) negara-negara di seluruh dunia

8. David Brooks, CEO dari sebuah perusahaan yang memproduksi rompi anti peluru, menghabiskan lebih dari 10 juta dolar hanya untuk perayaan bat mitzvah anaknya ( perayaan untuk menandakan bahwa si anak sudah puber ), lalu semua para undangannya diberi paket hadiah senilai 1.000 dolar dan mendatangkan langsung penyanyi-penyanyi papan atas seperti Aerosmith, Kenny G, Tom Petty, dan 50 Cents – yang dilaporkan menyanyikan lagu hitnya seperti ini “Go shorty, it’s your bat mitzvah, we gonna party like it’s your bat mitzvah.” ( lol )

9. Untuk tampil di Konser Live 8 dengan tema ‘Make Poverty History’, setiap artis dibayar lebih dari 12.000 juta dolar

10. Rencana pernikahan Adinda Bakrie sedikitnya menghabiskan lebih dari Rp 2 Milyar. Bandingkan angka ini dengan kebutuhan makan pengungsi korban Lapindo Brantas di Pasar baru Porong yang jumlahnya lebih 2000 orang. Menurut Gerakan Menutup Lumpur Lapindo, tiap harinya warga membutuhkan sekitar Rp 8 juta untuk makan.

Udah ngiler puas melihat list diatas , rahasia dari pertanyaan bagaimana bisa orang kaya semakin kaya adalah hanya satu kata, yaitu :

PENIPUAN

Yang para milyuner/pejabat/orang kaya lakukan adalah menipu kita untuk mengadopsi money sistem untuk keuntungan pribadi mereka sendiri, lalu mem-patenkan sistem tersebut, dan membuat banyak orang percaya bahwa hal tersebut adalah hal yang adil dan wajar ( padahal sebenarnya tidak )

that’s it, jawabannya simple kan ?

Yang telah dipelajari oleh orang-orang kaya adalah, memang lebih mudah dan menyenangkan melihat orang-orang mencoba mencapai apa yang telah mereka peroleh, tetapi akan lebih efektif untuk men-trick ( menipu ) orang lain dalam berbagai hal, lalu membiarkan orang-orang tersebut membenci dirinya sendiri. Semuanya apalagi kalau bukan demi keuntungan pribadi.

Iklan

Adegan-adegan yang biasanya ada dalam film-film Indonesia jaman dulu

Adegan-adegan yang biasanya ada dalam film-film Indonesia “jamdul” (jaman dulu) tahun 1970-an dan 1980-an :

1. Makan bersama keluarga. Entah maksudnya apa, selalu pamer apa yang dimasak + pembantu rumah tangganya, atau pamer peralatan dapur. Dan biasanya minumannya selalu jus jeruk. 2. Cinta yang tidak disetujui orang tua. Entah sudah berapa judul film Rano Karno yang temanya beginian. 3. Tokoh Ayah selalu berbaju safari. Biasanya warnanya coklat muda, dengan 2 bolpen di kantongnya, membawa koper, dan biasanya ke kantor. 4. Polisi yang selalu datang terlambat. Seperti biasa, polisi selalu terlambat untuk menangangi masalah dalam film Indonesia, dengan kalimat yang kaku dan khas: “Ini memang buronan yang sedang kami cari, Pak!” Baca lebih lanjut

Ternyata ekonomi berpengaruh terhadap keyakinan di USA

NEW YORK – Semakin banyak saja hal yang tak patut dicontoh dari Amerika. Datangnya zaman susah tidak malah membuat penduduk negeri berjuluk Paman Sam itu mendekatkan diri pada Tuhan.

Survei terakhir yang diadakan American Religious Identification yang diumumkan kemarin (9/3) menunjukkan, semakin banyak warga AS yang meninggalkan agama dan menjadi pengikut kelompok ateis, agnostis (percaya Tuhan, namun tak beribadah menurut satu agama mana pun), sekuler, dan orang-orang yang menyatakan diri tak terikat pada satu agama mana pun meski menganggapnya penting.

Riset tahunan yang diadakan badan pemerintah urusan agama itu menemukan 15 persen responden di seluruh negara bagian menyatakan bahwa mereka kini tidak beragama. Persentase tersebut meningkat 1,5 persen daripada hasil survei yang sama pada 2001 dan dua kali lipat daripada hasil survei 1990. Baca lebih lanjut

Enaknya Jadi Orang Indonesia (dan Bekerja di Jakarta)

Enaknya Jadi Orang Indonesia (dan Bekerja di Jakarta) Dicky E. Hindarto –

Jakarta Negara kita, terutama Jakarta, banyak menawarkan kemudahan dan kepraktisan dalam melakukan aktivitas. Mulai dari anda bangun pagi, berangkat kerja, berbisnis, mencari hiburan, semuanya nikmat, praktis, dan tersedia. Tidak percaya?

Olahraga dan sarapan

Negara mana yang menawarkan kepraktisan seperti ini? Bagi penduduk Jakarta, termasuk saya yang biasa berangkat dengan kendaraan umum, olahraga bisa dilakukan sewaktu mengejar metro mini, yang berhentinya kadang di depan penumpang persis, kadang jauh di depan, dan kadang bahkan hampir menyerempet calon penumpang. Tentu saja ini membutuhkan kecekatan dan ketrampilan, yang terbentuk dari latihan tiap hari. Saya tidak yakin kecekatan penumpang subway di Jepang atau Amerika sana bisa mengalahkan kecekatan penumpang metro mini di Jakarta. Di dalam metro mini atau bis pun kita masih tetap bisa berolah raga. Berdiri di tengah himpitan penumpang itu melatih keseimbangan dan kuda-kuda kaki, sekaligus latihan angkat beban dengan bergantungan di pintu atau lis tengah angkutan. Dan sarapan, sarapan bisa kita beli di terminal, nasi putih dibungkus dengan aneka lauk ayam goreng, paru goreng, atau jerohan goreng ditambah sambal, cat rice atau nasi kucing sebutannya. Kalau pun saya naik motor ke kantor, yang artinya naik ojek, olahraga high risk bahkan bisa saya nikmati. Tak kurang dari juara dunia balap motor yang mampir di Indonesia minggu lalu, Rossi, kagum dan bahkan minder dengan kemampuan tukang ojek dan pengendara motor Jakarta. Dan liukan serta sentakan gas motor di pagi hari bahkan saya jamin bisa meningkatkan adrenalin untuk kerja sepanjang hari. Semangat menikmati Jakarta dan Indonesia. Baca lebih lanjut

Jakarta sebagai ibukota negara Indonesia menurut orang asing

diambil dari sebuah posting situs kaskus sumber dari blog Andre Vitchek , dan semoga menjadi bahan perenungan kita semua.

Today, high-rises dot the skyline, hundreds of thousands of vehicles belch fumes on congested traffic arteries and super-malls have become the cultural centers of gravity in Jakarta, the fourth largest city in the world. In between towering super-structures, humble kampongs house the majority of the city dwellers, who often have no access to basic sanitation, running water or waste management.

Pada saat ini, gedung pencakar langit, jalanan macet dipadati oleh ratusan ribu kendaraan, dan mal-mal raksasa telah menjadi pusat kebudayaan Jakarta , yang notabene merupakan kota terbesar ke-4 di dunia. Terjepit diantara gedung tinggi, terhampar perkampungan dimana bermukim sebagian besar penduduk Jakarta yang tidak memiliki akses sanitasi dasar, air bersih atau pengelolaan limbah.

Baca lebih lanjut