Ternyata pengisian uang pada ATM tidak dilakukan oleh bank

Setiap bank memiliki ratusan bahkan ribuan mesin ATM.

Sebagai contoh, Bank Niaga memiliki 275 ATM, BNI 2300 ATM, dan BCA memiliki 4600 mesin.

Ternyata, mesin2 ATM tak dikelola oleh bank itu sendiri…..

Untuk pengisiannya, bank mempercayakan pada beberapa perusahaan jasa pengisian uang, seperti PT Armorindo Artha, PT Wiratanu, PT Universal, PT TAG, PT SSI, PT Trans Nasional, PT Securicor Indonesia, dan PT Cisco Mas Sekurititama.

Mereka bertugas untuk menyediakan kas yang sesuai untuk setiap mesin ATM berdasarkan laporan saldo atau rekomendasi bank, mengambil kartu yang tertelan, mengisi dan memperbaiki mesin ATM termasuk di hari libur nasional, berhubungan dengan vendor mesin, melakukan kunjungan harian, dan harus siap dipanggil saat darurat.

Dampak Industri Daging Terhadap Perubahan Iklim

Bumi kita sedang mengalami kehancuran karena kita makan terlalu banyak daging. Memelihara ternak untuk dimakan dapat mendatangkan malapetaka di Bumi. PBB mencatat bahwa produksi daging secara global telah meningkat hingga 5 kali dibandingkan 50 tahun yang lalu. Selain itu jumlah ini diprediksikan akan menjadi 2 kali lipat pada tahun 2050 mencapai 465 juta ton dari tahun 1999 yang berjumlah 229 juta ton. Jika prediksi ini benar-benar terjadi, maka kita akan menghadapi bencana lingkungan karena sumber daya alam kita tidak dapat menanggung dampak dari pola makan daging. Pola makan dunia harus berubah. Jika tidak maka kita akan menghadapi bencana ciptaan kita sendiri. Kita harus beralih ke pola makan vegetarian. Itu adalah kode moral menjadi seorang manusia. Itu adalah sifat seorang manusia agung. Ini sangat mudah untuk dilakukan, terutama sekarang ini. Ada segala jenis cara untuk melakukannya. Pola makan daging tidak saja menyebabkan emisi gas rumah kaca paling besar ke dalam atmosfer planet, tetapi ada biaya lain dari konsumsi daging seperti biaya energi untuk transportasi, biaya energi listrik, biaya pemborosan air, biaya pemanfaatan sumber tanah, biaya pengundulan hutan, biaya medis sehubungan dengan penyakit, dan biaya belasungkawa dari mereka yang kehilangan orang yang dikasihinya karena panyakit-penyakit yang berhubungan dengan pola makan daging. Dan karena kita menggunakan panen untuk memberi makan hewan piaraan daripada memberi makan langsung kepada manusia, ada lagi biaya perang dan kelaparan dunia karena kekurangan makanan dan sumber daya lainnya. Jumlahkan itu semua dan kita akan mengetahuinya dengan jelas. Biaya Pemanasan Global Dalam laporan PBB (FAO) yang berjudul Livestock’s Long Shadow: Enviromental Issues and Options (Dirilis bulan November 2006), PBB mencatat bahwa industri peternakan adalah penghasil emisi gas rumah kaca yang terbesar (18%), jumlah ini lebih banyak dari gabungan emisi gas rumah kaca seluruh transportasi di seluruh dunia (13%). Emisi gas rumah kaca industri peternakan meliputi 9 % karbon dioksida, 37 % gas metana (efek pemanasannya 72 kali lebih kuat dari CO2 dalam jangka 20 tahun dan 23 kali dalam jangka 100 tahun), 65 % dinitrogen oksida (efek pemanasan 296 kali lebih kuat dari CO2), serta 64 % amonia penyebab hujan asam. Industri Baca lebih lanjut