Flu Kuda mengintai setelah flu babi

NEW DELHI – Meskipun India masih bebas dari influenza A/H1N1 yang menyebabkan flu babi, namun nyatanya penyakit hewan lain bernama Influenza Equine atau flu kuda kini tengah mengintai dunia kesehatan.

Xinhua Net, Senin (10/5/2009) melansir, flu kuda yang baru diketahui keberadaannya ini telah menewaskan 43 ekor kuda di negara bagian barat India Rajasthan dan Gujarat.

Laporan dari laboratorium di Hissar, Haryana, India utara, membenarkan bahwa kematian hewan-hewan itu disebabkan Influenza Equine yang biasa disebut flu kuda.

Kematian kuda di India secara massal terjadi pada Januari lalu di Gandhinagar, Gujarat. Sebanyak 15 ekor kuda tewas akibat penyakit tersebut.

Agar penyakit tersebut tidak semakin menyebar luas, pemerintah Gujarat mengeluarkan kebijakan yang melarang membeli dan menjual kuda di negara bagian itu.

Korban flu kuda ini ternyata sudah cukup banyak. Di daerah lain di India bernama Rajasthan, sebanyak 25 kuda tewas pada suatu pameran kuda di daerah Jodhpur.

Flu kuda disebabkan virus Influenza A dan menjadi endemik pada kuda. Virus ini bisa berpindah ke jenis hewan lain serta dapat menular pada manusia.

Iklan

Dampak Industri Daging Terhadap Perubahan Iklim

Bumi kita sedang mengalami kehancuran karena kita makan terlalu banyak daging. Memelihara ternak untuk dimakan dapat mendatangkan malapetaka di Bumi. PBB mencatat bahwa produksi daging secara global telah meningkat hingga 5 kali dibandingkan 50 tahun yang lalu. Selain itu jumlah ini diprediksikan akan menjadi 2 kali lipat pada tahun 2050 mencapai 465 juta ton dari tahun 1999 yang berjumlah 229 juta ton. Jika prediksi ini benar-benar terjadi, maka kita akan menghadapi bencana lingkungan karena sumber daya alam kita tidak dapat menanggung dampak dari pola makan daging. Pola makan dunia harus berubah. Jika tidak maka kita akan menghadapi bencana ciptaan kita sendiri. Kita harus beralih ke pola makan vegetarian. Itu adalah kode moral menjadi seorang manusia. Itu adalah sifat seorang manusia agung. Ini sangat mudah untuk dilakukan, terutama sekarang ini. Ada segala jenis cara untuk melakukannya. Pola makan daging tidak saja menyebabkan emisi gas rumah kaca paling besar ke dalam atmosfer planet, tetapi ada biaya lain dari konsumsi daging seperti biaya energi untuk transportasi, biaya energi listrik, biaya pemborosan air, biaya pemanfaatan sumber tanah, biaya pengundulan hutan, biaya medis sehubungan dengan penyakit, dan biaya belasungkawa dari mereka yang kehilangan orang yang dikasihinya karena panyakit-penyakit yang berhubungan dengan pola makan daging. Dan karena kita menggunakan panen untuk memberi makan hewan piaraan daripada memberi makan langsung kepada manusia, ada lagi biaya perang dan kelaparan dunia karena kekurangan makanan dan sumber daya lainnya. Jumlahkan itu semua dan kita akan mengetahuinya dengan jelas. Biaya Pemanasan Global Dalam laporan PBB (FAO) yang berjudul Livestock’s Long Shadow: Enviromental Issues and Options (Dirilis bulan November 2006), PBB mencatat bahwa industri peternakan adalah penghasil emisi gas rumah kaca yang terbesar (18%), jumlah ini lebih banyak dari gabungan emisi gas rumah kaca seluruh transportasi di seluruh dunia (13%). Emisi gas rumah kaca industri peternakan meliputi 9 % karbon dioksida, 37 % gas metana (efek pemanasannya 72 kali lebih kuat dari CO2 dalam jangka 20 tahun dan 23 kali dalam jangka 100 tahun), 65 % dinitrogen oksida (efek pemanasan 296 kali lebih kuat dari CO2), serta 64 % amonia penyebab hujan asam. Industri Baca lebih lanjut

Ternyata ekonomi berpengaruh terhadap keyakinan di USA

NEW YORK – Semakin banyak saja hal yang tak patut dicontoh dari Amerika. Datangnya zaman susah tidak malah membuat penduduk negeri berjuluk Paman Sam itu mendekatkan diri pada Tuhan.

Survei terakhir yang diadakan American Religious Identification yang diumumkan kemarin (9/3) menunjukkan, semakin banyak warga AS yang meninggalkan agama dan menjadi pengikut kelompok ateis, agnostis (percaya Tuhan, namun tak beribadah menurut satu agama mana pun), sekuler, dan orang-orang yang menyatakan diri tak terikat pada satu agama mana pun meski menganggapnya penting.

Riset tahunan yang diadakan badan pemerintah urusan agama itu menemukan 15 persen responden di seluruh negara bagian menyatakan bahwa mereka kini tidak beragama. Persentase tersebut meningkat 1,5 persen daripada hasil survei yang sama pada 2001 dan dua kali lipat daripada hasil survei 1990. Baca lebih lanjut

Fakta-Fakta Tersembunyi Pemerintah SBY-JK (Ekonomi-2)

Sumber : Nusantaranews

Kembali saya menyajikan Fakta-Fakta Tersembunyi Pemerintah  SBY-JK di bidang ekonomi bagian 2 untuk masyarakat yang memiliki kekurangan data informasi mengenai perkembangan ekonomi selama 4 tahun Pemerintah SBY-JK yang diklaim partai Demokrat telah sukses besar melalui iklan-iklannya.  Pada bagian pertama : Fakta-Fakta Tersembunyi Pemerintahan SBY-JK, saya telah menyajikan progres  pemerintah di bidang ekonomi yakni perkembangan harga BBM, janji dan realisasi target pertumbuhan ekonomi makro, evaluasi usaha pengentasan kemiskinan, tingkat inflasi dan kenaikan harga barang dan jasa.

Pengantar

Stabilitas perekonomian adalah prasyarat dasar untuk tercapainya peningkatan kesejahteraan  rakyat melalui pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan  peningkatan kualitas pertumbuhan. Stabilitas perekonomian sangat penting untuk memberikan kepastian  berusaha bagi para pelaku ekonomi.  Perekonomian yang tidak stabil menimbulkan  biaya yang tinggi bagi perekonomian dan masyarakat. Ketidakstabilan akan menyulitkan masyarakat, baik swasta maupun rumah tangga, untuk menyusun rencana untuk investasi.
Baca lebih lanjut

Fakta-Fakta Tersembunyi Pemerintah SBY-JK (Ekonomi-1)

sumber nusantaranews

Kembali saya menanggapi iklan partai Demokrat versi terbaru yang memaparkan data-data “naik dan turun” short term untuk membentuk opini rakyat (sekaligus meraup suara). Dan  pada kesempatan ini  saya hanya ingin memaparkan data-data yang sesungguhnya (jika ada asumsi, saya menaikkan nilai prestasi dan menurunkan nilai kegagalan).  Data dan janji-janji SBY-JK  telah dituangkan dalam Peraturan Presiden No.7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Tahun 2004 -2009 atau RPM  (Sumber Bappenas). Data-data apakah Baca lebih lanjut

Filem perempuan berkalung sorban “Menyesatkan”

Mereka yang terlibat dalam film itu sangat terlihat sekali ketidakpahaman mereka terhadap sejarah, tradisi, karakteristik dan jiwa pesantren., Film ”Perempuan Berkalung Surban” telah menyesatkan.Mereka menggambarkan persepsi yang salah, padahal keadaan yang sebenarnya tidak seperti itu Film ”Perempuan Berkalung Sorban” besutan Sutradara Hanung Bramantyo yang sedang diputar di bioskop dinilai banyak mengandung muatan agama yang menyesatkan. Film yang diadopsi dari novel karya Abidah Al Khalieqy itu juga dianggap telah melecehkan Alquran dan Hadits, serta telah menjelek-jelekan pesantren. Salah satu pesan yang dianggap menyesatkan dalam film itu adalah dialog antara Kiai Hanan, ayah Anissa (Joshua Pandelaky) dengan Annisa (Revalina S Temat). Dalam dialog itu, Kiai Hanan berkata, “Jelas Alquran dan Hadits mengharamkan perempuan keluar rumah sendiri tanpa Baca lebih lanjut

Biografi serta Kisah Sukses Pendiri WordPress

sumbernya dari : nusantara news

Saya pengguna wordpress, tapi selama ini saya tidak begitu peduli siapa pendiri WordPress. Padahal mengenal pendiri/founder dari suatu bisnis, organisasi, atau situs yang terkenal [misalnya: WordPress] merupakan hal penting. Terlebih lagi kita adalah pengguna produk tersebut. Dari kisah hidup, pemikiran inovatif serta petualangan fantastis mereka sebenarnya dapat menjadi sumber inspirasi hidup kita.

Pola sikap saya yang apatis terhadap hal-hal (ataupun individu) yang sebenarnya sangat menakjubkan mungkin juga menimpa pada diri rekan-rekan di negeri ini. Sikap apatis tersebut merupakan sikap mental yang negatif. Sikap ini akan membuat diri kita sepanjang hidup hanya menjadi seorang user [pengguna], bukan seorang yang berperan sebagai kreator atau producer. Selama sikap mental bangsa ini seperti itu, maka selama itu pula bangsa ini tidak akan maju ke depan. Tidak akan ada inovasi, kreasi serta pembangunan yang progresif menatap ke depan. Baca lebih lanjut